Search this blog


Home About Contact
Kamis, 16 Mei 2013

Konseling Remaja  

Masa remaja adalah masa penuh gejolak dalam kehidupan. Remaja yang dihadapi oleh banyak tantangan dalam hidup mereka dan ini adalah salah satu periode ketika individu membutuhkan konseling remaja. Kelompok ini akan difokuskan pada mengatasi minum isu yang menjadi masalah utama bagi remaja. Penyalahgunaan alkohol merupakan tantangan utama bagi banyak remaja. Karena tekanan teman sebaya, remaja jatuh ke dalam perangkap bawah umur minum mempertaruhkan tidak hanya kesehatan mereka tetapi kehidupan mereka juga. Oleh karena itu, kelompok ini akan ditujukan untuk membantu remaja yang menghadapi masalah penyalahgunaan alkohol dengan membuat intervensi yang sesuai.

Tujuan utama dari konseling remaja adalah untuk membantu remaja mengatasi penyalahgunaan alkohol bermasalah. Berikut ini adalah tujuan utama dari grup:
  1. Untuk membantu remaja untuk membuka diri dan berbagi pengalamannya
  2. Untuk mendidik remaja tentang faktor predisposisi mereka untuk penyalahgunaan alkohol dan membantu mereka memahami perkembangan eksperimental dalam penyalahgunaan alkohol
  3. Untuk membantu remaja mengatasi penyalahgunaan alkohol
  4. Untuk mendidik remaja tentang efek fisik, psikologis, dan perilaku penyalahgunaan alkohol

Baca selengkapnya......
Jumat, 27 April 2012

model terapi  

    Model terapi yang dapat kita pakai untuk membantu seseorang melepaskan diri dari kecanduan atau perilaku yang tidak baik dan merubah perilakunya menjadi lebih baik antara lain adalah

Model Terapi Moral 

Model ini sangat umum dikenal oleh masyarakat serta biasanya dilakukan dengan pendekatan agama/moral yang menekankan tentang dosa dan kelemahan individu. Model terapi seperti ini sangat tepat diterapkan pada lingkungan masyarakat yang masih memegang teguh nilai-nilai keagamaan dan moralitas di tempat asalnya, karena model ini berjalan bersamaan dengan konsep baik dan buruk yang diajarkan oleh agama. Maka tidak mengherankan apabila model terapi moral inilah yang menjadi landasan utama pembenaran kekuatan hukum untuk berperang melawan penyalahgunaan narkoba. 

Model Terapi Sosial 

Model ini memakai konsep dari program terapi komunitas, dimana adiksi terhadap obat-obatan dipandang sebagai fenomena penyimpangan sosial (social disorder). Tujuan dari model terapi ini adalah mengarahkan perilaku yang menyimpang tersebut ke arah perilaku sosial yang lebih layak. Hal ini didasarkan atas kesadaran bahwa kebanyakan pecandu narkoba hampir selalu terlibat dalam tindakan a-sosial termasuk tindakan kriminal. Kelebihan dari model ini adalah perhatiannya kepada perilaku adiksi pecandu narkoba yang bersangkutan, bukan pada obat-obatan yang disalahgunakan. Prakreknya dapat dilakukan melalui ceramah, seminar, dan terutama terapi berkelompok (encounter group). Tujuannya tidak lain adalah melatih pertanggung-jawaban sosial setiap individu, sehingga kesalahan yang diperbuat satu orang menjadi tanggung-jawab bersama-sama. Inilah yang menjadi keunikan dari model terapi sosial, yaitu memfungsikan komunitas sedemikian rupa sebagai agen perubahan (agent of change). 

Model Terapi Psikologis 

Model ini diadaptasi dari teori psikologis Mc Lellin, dkk yang menyebutkan bahwa perilaku adiksi obat adalah buah dari emosi yang tidak berfungsi selayaknya karena terjadi konflik, sehingga pecandu memakai obat pilihannya untuk meringankan atau melepaskan beban psikologis itu. Model terapi ini mementingkan penyembuhan emosional dari pecandu narkoba yang bersangkutan, dimana jika emosinya dapat dikendalikan maka mereka tidak akan mempunyai masalah lagi dengan obat-obatan. Jenis dari terapi model psikologis ini biasanya banyak dilakukan pada konseling pribadi, baik dalam pusat rehabilitasi maupun dalam terapi pribadi.

Model Terapi Budaya 

Model ini menyatakan bahwa perilaku adiksi obat adalah hasil sosialiasi seumur hidup dalam lingkungan sosial atau kebudayaan tertentu. Dalam hal ini, keluarga seperti juga lingkungan dapat dikategorikan sebagai “lingkungan sosial dan kebudayaan tertentu”. Dasar pemikirannya adalah, bahwa praktek penyalahgunaan narkoba oleh anggota keluarga tertentu adalah hasil akumulasi dari semua permasalahan yang terjadi dalam keluarga yang bersangkutan. Sehingga model ini banyak menekankan pada proses terapi untuk kalangan anggota keluarga dari para pecandu narkoba tersebut.

Demikianlah model terapi yang dapat anda praktekan di lingkungan anda,semoga dapat menghasilkan hasil yang baik.

Baca selengkapnya......
Minggu, 23 Januari 2011

faktor perkembangan bahasa anak  

Dalam kehidupan perkembangan anak,banyak faktor yang dapat mempengaruhi jalannya perkembangan anak,mulai dari perkembangan tubuh anak hingga faktor perkembangan bahasa anak yang biasanya mengalami permasalahan atau kendala sehingga menjadikan anak mengalami keterlambatan komunikasi pada umumnya.

Factor perkembangan bahasa anak dapat di sebabkan oleh banyak factor antaran lain yaitu :
  1. Faktor Kesehatan. Kesehatan merupakan faktor yang sangat mempengaruhi perkembangan bahasa anak, terutama pada usia awal kehidupannya. Apabila pada usia dua tahun pertama, anak mengalami sakit terus-menerus, maka anak tersebut cenderung akan mengalami kelambatan atau kesulitan dalam perkembangan bahasanya. Oleh karena itu, untuk memelihara perkembangan bahasa anak secara normal, orangtua perlu memper hatikan kondisi kesehatan anak. Upaya yang dapat ditempuh adalah dengan cara memberikan ASI, makanan yang bergizi, memelihara kebersihan tubuh anak atau secara reguler memeriksakan anak ke dokter atau ke puskesmas.
  2. Inteligensi Perkembangan bahasa anak dapat dilihat dari tingkat inteligensinya. Anak yang perkembangan bahasanya cepat, pada umumnya mempunyai inteligensi normal atau di atas normal.
  3. Status Sosial Ekonorni Keluarga. Beberapa studi tentang hubungan antara perkembangan bahasa dengan status sosial ekonomi keluarga menunjukkan bahwa anak yang berasal dari keluarga miskin mengalami kelambatan dalam perkembangan bahasa dibandingkan dengan anak yang berasal dari keluarga yang lebih baik. Kondisi ini terjadi mungkin disebabkan oleh perbedaan kecerdasan atau kesempatan belajar (keluarga miskin diduga kurang memperhatikan perkembangan bahasa anaknya), atau kedua-duanya (Hetzer & Reindorf dalam E. Hurlock. 1956).
  4. Jenis kelamin (Sex). Pada tahun pertama usia anak, tidak ada perbedaan dalam vokalisasi antara pria dengan wanita. Namun mulai usia dua tahun, anak wanita menunjukkan perkembangan yang lebih cepat dari anak pria.
  5. Hubungan Keluarga. Hubungan ini dimaknai sebagai proses pengalaman berinteraksi dan berkomunikasi dengan lingkungan keluarga, terutama dengan orangtua yang mengajar, melatih dan memberikan contoh berbahasa kepada anak.
Semoga dengan artikel faktor perkembangan bahasa anak di atas dapat menjadikan kita lebih tau akan permasalahan yang di hadapi oleh anak dalam kelangsungan perkembangannya dalam menuju kedewasaan.



Baca selengkapnya......
Senin, 21 Juni 2010

tanda tanda anak autis  

Setelah kemarin saya menulis tentang penyebab autis, kali ini saya akan mencoba berbagi tentang tanda tanda anak autis, dengan mengamati anak anak anda dalam bergaul dan pembawaan diri semoga anda dapat lebih mengenal sosok anak anda maupun agar lebih waspada akan tanda tanda aitus yang di alami anak anda.
Adapun tanda tanda Anak autis menunjukkan gangguan–gangguan dalam aspek-aspek berikut ini:
Cara Anak Austistik Berkomunikasi :
  • Sebagian tidak berkomunikasi baik verbal maupun nonverbal.
  • Tidak mampu mengekpresikan perasaan maupun keinginan
  • Sukar memahami kata-kata bahasa orang lain dan sebaliknya kata-kata/bahasa mereka sukar dipahami maknanya..
  • Berbicara sangat lambat, monoton, atau tidak berbicara sama sekali.
  • Kadang-kadang mengeluarkan suara-suara aneh.
  • Berbicara tetapi bukan untuk berkomunikasi.
  • Suka bergumam.
  • Dapat menghafal kata-kata atau nyanyian tanpa memahami arti dan konteksnya.
  • Perkembangan bahasa sangat lambat bahkan sering tidak tampak.
  • Komunikasi terkadang dilakukan dengan cara menarik-narik tangan orang lain untuk menyampaikan keinginannya
Cara Anak Austistik Bergaul :
  • Tidak ada kontak mata
  • Menyembunyikan wajah
  • Menghindar bertemu dengan orang lain
  • Menundukkan kepala
  • Membuang muka
  • Hanya mau bersama dengan ibu/keluarganya
  • Acuh tak acuh, interaksi satu arah.
  • Kurang tanggap isyarat sosial.
  • Lebih suka menyendiri.
  • Tidak tertarik untuk bersama teman.
  • Tidak tanggap / empati terhadap reaksi orang lain atas perbuatan sendiri.
  • Cara Anak Autistik Membawakan Diri :
  • Menarik diri
  • Seolah-olah tidak mendengar (acuk tak acuh/tambeng)
  • Dapat melakukan perintah tanpa respon bicara
  • Asik berbaring atau bermain sendiri selama berjam-jam.
  • Lebih senang menyendiri. .
  • Hidup dalam alam khayal (bengong)
  • Konsentrasi kosong
  • Menggigit-gigit benda
  • Menyakiti diri sendiri
  • Sering tidak diduga-duga memukul teman.
  • Menyenangi hanya satu/terbatas jenis benda mainan
  • Sering menangis/tertawa tanpa alasan
  • Bermasalah tidur/tertawa di malam hari
  • Memukul-mukul benda (meja, kursi)
  • Melakukan sesuatu berulang-ulang (menggerak-gerakkan tangan, mengangguk-angguk dsb).
  • Kurang tertarik pada perubahan dari rutinitas
Kepekaan Sensori Integratifnya Anak Autistik :
  • Sangat sensitif terhadap sentuhan ,seperti tidak suka dipeluk.
  • Sensitif terhadap suara-suara tertentu
  • Senang mencium-cium, menjilat mainan atau benda-benda.
  • Sangat sensitif atau sebaliknya, tidak sensitif terhadap rasa sakit.
Cara Pola Bermain anak autistik :
  • Tidak bermain seperti anak-anak pada umumnya.
  • Kurang/tidak kreatif dan imajinatif
  • Tidak bermain sesuai fungsi mainan
  • Menyenangi benda-benda berputar, sperti kipas angin roda sepeda, dan lain-lain.
  • Sering terpaku pada benda-benda tertentu
Keadaan Emosi Anak autistik :
  • Sering marah tanpa alasan.
  • Sering mengamuk tak terkendali (temper tantrum )bila keinginan tidak dipenuhi.
  • Tiba-tiba tertawa terbahak-bahak atau menangis tanpa alasan
  • Kadang-kadang menyerang orang lain tanpa diduga-duga.
Kondisi Kognitif Anak Autis :
Menurut Penelitian di Virginia University di Amerika Serikat diperkirakan 75 – 80 % penyandang autis mempunyai kemampuan berpikir di bawah rata-rata/retardasi mental, sedangkan 20 % sisanya mempunyai tingkat kecerdasan normal ataupun di atas normal untuk bidang-bidang tertentu.
  • Sebagian kecil mempunyai daya ingat yang sangat kuat terutama yang berkaitan denga obyek visual (gambar)
  • Sebagian kecil memiliki kemampuan lebih pada bidang yang berkaitan dengan angka.
Sedikit ulasan tanda tanda anak autis diatas semoga mambantu anda untuk lebih faham dan lebih mengerti sehingga orangtua lebih waspada dan mengetahui kondisi anak anak anda.

Baca selengkapnya......
Sabtu, 19 Juni 2010

penyabab autisme  

Dalam kehidupan ini, tuhan menciptakan makhluk di muka bumi ini dengan berbagai bentuk mulai dari tanaman, hewan, manusia mapun yang lainnya hingga membuat dunia ini lebih indah dan berwana karena ciptan-NYA. Menilik keragaman tersebut, banyak manusi atau keluarga yang mendapatkan keturunan dengan keadaan yang kurang sempurna ataupun cacat. Kecacatan tersebut dapat berupa keadaan yang terlihat (cacat tubuh) dan adapula yang tidak terlihat yaitu autisme. Autisme dapat dijadikan momok yang sangat menakutkan bagi pasangan yang menginginkan keturunan, karena hingga sekarang ini belum jelas penyebab autisme hingga sekarang.

Seperti yang telah saya katakan diatas dan telah banyak di beritakan ataupun di utarakan oleh para pakar maupun ahli bahwa sampai sekarang belum terdeteksi faktor yang menjadi penyebab autisme. Namun demikian ada beberapa faktor yang di mungkinkan dapat menjadi penyebab timbulnya autisme seperti berikut:
  • Menurut Teori Psikososial : Beberapa ahli (Kanner dan Bruno Bettelhem) autisme dianggap sebagai akibat hubungan yang dingin, tidak akrab antara orang tua (ibu) dan anak. Demikian juga dikatakan, orang tua/pengasuh yang emosional, kaku, obsesif, tidak hangat bahkan dingin dapat menyebabkan anak asuhnya menjadi autistik.
  • Teori Biologis :
  1. Faktor genetic: Keluarga yang terdapat anak autistik memiliki resiko lebih tinggi dibanding populasi keluarga normal.
  2. Pranatal, Natal dan Post Natal yaitu: Pendarahan pada kehamilan awal, obat-obatan, tangis bayi terlambat, gangguan pernapasan, anemia.
  3. Neuro anatomi yaitu: Gangguan/disfungsi pada sel-sel otak selama dalam kandugan yang mungkin disebabkan terjadinya gangguan oksigenasi, perdarahan, atau infeksi.
  4. Struktur dan Biokimiawi yaitu: Kelainan pada cerebellum dengan cel-sel Purkinje yang jumlahnya terlalu sedikit, padahal sel-sel purkinje mempunyai kandungan serotinin yang tinggi. Demikian juga kemungkinan tingginya kandungan dapomin atau opioid dalam darah.
  • Keracunan logam berat misalnya terjadi pada anak yang tinggal dekat tambang batu bara, dlsb.
  • Gangguan pencernaan, pendengaran dan penglihatan. Menurut data yang ada 60 % anak autistik mempunyai sistem pencernaan kurang sempurna. Dan kemungkinan timbulnya gejala autistik karena adanya gangguan dalam pendengaran dan penglihatan.
Demikian informasi tentang penyebab autisme yang dapat saya utarakan secara singkat, semoga membantu untuk anda.

Baca selengkapnya......
Minggu, 18 April 2010

manusia dan konseling agama  

Manusia memiliki dua predikat, yaitu sebagai 'abdullah atau hamba Allah dan sebagaikhalifah atau wakil Allah di muka bumi. Predikat pertama menunjukkan kelemahan , kekecilan dean keterbatasan serta ketergantungan manusia kepada yang lain sehingga setiap manusia potensil untuk mengidap masalah, sedangkan predikat kedua menunjukkan kebesaran manusia sekaligus besarnya tanggung jawab yang dipikul dalam kehidupannya di muka bumi. Dari sudut pandang itu maka urgensi konseling agama bagi manusia merujuk kepada dua predikat tersebut.

1. Sebagai makhluk yang lemah ('abdun) suatu ketika manusia tidak tahan menghadapi realita kehidupan yang pahit, sempit dan berat. Dalam kondisi fisik tak berdaya, orang membutuhkan bantuan orang lain,dokter misalnya- untuk memulihkan kesehatannya. Demikian pula dalam kondisi mental yang kacau (lihat bab jenis-jenis gangguan jiwa) seseorang membutuhkan bantuan kejiwaan, untuk memulihkan rasa percaya dirinya, meluruskan cara berfikir, cara pandang dan cara merasanya sehingga ia kembali realistis, mampu melihat kenyataan yang sebenarnya dan mampu mengatasi problemanya dengan cara-cara yang dapat dipertanggung jawabkan.

2. Sebagai khalifah Allah, manusia dibebani tanggung jawab menyangkut kebaikan dirinya maupun untuk masyarakatnya. Setiap manusia diberi kebebasan untuk memutuskan sendiri apa yang baik untuk dirinya, asal bukan perbuatan maksiat yang dilakukan secara terang-terangan. Sebagai khalifah Allah yang dibebani tanggung jawab untuk kemaslahatan masyarakatnya, maka seorang muslim harus merasa terpanggil untuk memelihara ketertiban masyarakat. Oleh karena itu ia terpangil untuk meluruskan hal-hal yang menyimpang, menata hal-hal yang salah tempat, mendorong hal-hal yang mandeg dan menghentikan kekeliruan-kekeliruan yang berlangsung. Dalam perspektip Bimbimbingan dan Konseling, seorang musim sebagai khalifah Allah terpanggil untuk membantu orang lain yang sedang mengalami gangguan kejiwaan yang menyebabkan orang itu tak mampu mengatasi tugas-tugasnya dalam kehidupan.

Jadi secara kodrati manusia memang membutuhkan bantuan kejiwaan termasuk konseling agama, dan secara konsepsional harus ada orang yang menekuni bidang ini agar layanan konseling agama ini dapat diberikan secara profesional, sebagai perwujudan dari rasa tanggungjawab nya sebagai khalifah Allah.

Untuk mengetahui kedudukan Bimbingan dan Konseling Agama, dalam perspektip keilmuan maupun perspektip ajaran Islam, sekurangnya perlu diketahui lebih dahulu empat hal, yaitu:

  1. Bahwa Kodrat kejiwaan manusia membutuhkan bantuan psikologis.
  2. Gangguan kejiwaan yang berbeda-beda membutuhkan terapi yang tepat.
  3. Meskipun manusia memiliki fitrah kejiwaan yang cenderung kepada keadilan dan kebenaran, tetapi daya tarik kepada keburukan lebih banyak dan lebih kuat tarikannya sehingga motif kepada keburukan lebih cepat merespond stimulus keburukan, mendahului respond motif kepada kepada kebaikan atas stimulus kebaikan.
  4. Keyakinan agama (keimanan) merupakan bagian dari struktur kepribadian, sehingga getar batin dapat dijadi¬kan penggerak tingkah laku (motif) kepada kebaikan.

Baca selengkapnya......
Sabtu, 20 Maret 2010

motivasi wanita selingkuh  


Dalam realita kehidupan yang sangat kompleks ini, sangatlah rentan terjadi hal hal yang diluar dari dugaan kita. Sepertihalnya selingkuh yang merupakan hal yang sering kali terjadi dalam kehidupan kita baik dilakukan oleh pihak pria maupun oleh pihak wanita.

Berbicara tentang perselingkuhan, pastinya ada yang menjadi motivasi atau alasan yang mendasari terjadinya selingkuh itu sendiri. Adapun beberapa motivasi yang melatar belakangi terjadinya perselingkuhan khususnya yang dilakukan oleh pihak wanita. Motivasi wanita berselingkuh antara lain adalah :

  1. Meningatkan rasa percaya diri : Dengan berbagai alasan yang ini itu, wanita sangat menginginkan dukungan emosional. Alasan tersebut intinya hanyalah ingin membuktikan bahwa dirinya adalah seorang wanita yang cantik,menarik,sexy dan ingin membuktikan bahwa dirinya masih diinginkan oleh banayk lelaki. Ini juga biasa terjadi dikarenakan oleh kebanyakan para suami menganggap bahwa suatu pernikahan dan sitri merupakan hal yang pasti sehingga mengganggap istri sebagai alat. Sehingga perhatian yang mencul dari suami sangatlah kurang dirasakan oleh pihak istri. Ini membuat banyak wanita untuk melakukan perselingkuhan denga pria lain.
  2. Mencari tantangan dan kenikmatan : Sebagai mana halnya dengan pria, seorang wanita pun menykian hal hal yang menantang. Ini terlepas dari keinginan pihak wanita yang inginkan perpisahan dengan suami, tapi sekedar pelarian karena terjadi kebosanan dalam menjalin hubungan suami istri dalam rumah tangganya. Dengan kondisi pernikahan yang monoton, tak ada variasi dalam sebuah perkawinan membuat banyak wanita nekat untuk mencari tantangan dan kenikmatan lain dengan melakukan perselingkuhan.
  3. Godaan dan romansa : Banyak sekali wanita yang mengidamkan suaminya untuk selalu memberikan perhatian yang lebih, terutama apabila terjadi perubahan perubahan yang dialami oleh pihak wanita misalnya, perubahan penampilan dan sebagainya. romantisme sangatlah penting memainkan peran dalam suatu perkawinan. Jika ini telah dilupakan oleh pihak pria, tak mustalhil apa bila wanita akan tergoda apabila rekan kerja wanita anda lebih sering mengagumi, menyanjung penampilan dari wanita anda di bandingkan anda sendiri.
  4. Kehausan seksual : Motivasi yang terakhir kelihatannya sangatlah menakutkan, karena jika kehausan seksual terjadi pada pihak wanita (tak terpuaskan oleh suami) itu terjadi, peluang melakukan perselingkuhan sangat lah besar jika wanita anda tidak mempunyai iman yang mempu mengerem apa yang ingin ia dapatkan, solusinya adalah lebih baik di bicarakan dengan suami secara terbuka agar semua jelas apa yang istri anda inginkan agar terciptanya kepuasan seksual bersama sama.
Motivasi wanita selingkuh diatas hakikatnya tak akan terjadi apabila mempunyai pondasi iman yang kuat, perhatian yang cukup pada pihak wanita, serta peka pada hal yang diinginkan oleh wanita anda. Semoga artikel diatas bermanfaat.



Baca selengkapnya......
Rabu, 24 Februari 2010

pengertian kenakalan remaja  

Dalam kehidupan para remaja sering kali diselingi hal hal yang negative dalam rangka penyesuaian dengan lingkungan sekitar baik lingkungan dengan teman temannya di sekolah maupun lingkungan pada saat dia di rumah. Hal hal tersebut dapat berbentuk positif hingga negative yang serng kita sebut dengan kenakalan remaja. Kenakalan remaja itu sendiri merupakan perbuatan pelanggaran norma-norma baik norma hukum maupun norma sosial. Sedangkan Pengertian kenakalan remaja Menurut Paul Moedikdo,SH adalah :
  1. Semua perbuatan yang dari orang dewasa merupakan suatu kejahatan bagi anak-anak merupakan kenakalan jadi semua yang dilarang oleh hukum pidana, seperti mencuri, menganiaya dan sebagainya.
  2. Semua perbuatan penyelewengan dari norma kelompok tertentu untuk menimbulkan keonaran dalam masyarakat.
  3. Semua perbuatan yang menunjukkan kebutuhan perlindungan bagi sosial.
Adapun gejala-gejala yang dapat memperlihatkan hal-hal yang mengarah
kepada kenakalan remaja :
  1. Anak-anak yang tidak disukai oleh teman-temannya sehingga anak tersebut menyendiri. Anak yang demikian akan dapat menyebabkan kegoncangan emosi.
  2. Anak-anak yang sering menghindarkan diri dari tanggung jawab di rumah atau di sekolah. Menghindarkan diri dari tanggung jawab biasanya karena anak tidak menyukai pekerjaan yang ditugaskan pada mereka sehingga mereka menjauhkan diri dari padanya dan mencari kesibukan-kesibukan lain yang tidak terbimbing.
  3. Anak-anak yang sering mengeluh dalam arti bahwa mereka mengalami masalah yang oleh dia sendiri tidak sanggup mencari permasalahannya. Anak seperti ini sering terbawa kepada kegoncangan emosi.
  4. Anak-anak yang mengalami phobia dan gelisah dalam melewati batas yang berbeda dengan ketakutan anal-anak normal.
  5. Anak-anak yang suka berbohong.
  6. Anak-anak yang suka menyakiti atau mengganggu teman-temannya di sekolah atau di rumah.
  7. Anak-anak yang menyangka bahwa semua guru mereka bersikap tidak baik terhadap mereka dan sengaja menghambat mereka.
  8. Anak-anak yang tidak sanggup memusatkan perhatian.

Dengan sedikit pengertian kenalan remaja diatas membuat kita akan lebih mengerti akan sikap dan perilaku remaja kita apakah baik baik saja ataukah sudah mengarah pada suatu kenakalan remaja.


Baca selengkapnya......
Kamis, 18 Februari 2010

pendekatan dalam melihat permasalahan  

Dalam perjalanan hidup manusia, tentunya berbagai masalah silih berganti menghampiri dalam hidup kita. Respon individu masing masing tentunya berbeda satu sama lain. Dalam memandang suatu masalah dapat digolongkan menjadi 2 pendekatan yaitu pendekatan reactive dan pendekatan receptive. Perbedaan diantara masing masing pendekatan tersebut sangatlah mencolok. Berikut penjelasan pendekatan dalam melihat permasalahan.

Pendekatan Reactive

Pendekatan reactive biasanya melihat suatu permasalahan sebagai ancaman. Entah ancaman terhadap karir, bisnis, keluarga, dan lain sebagainya. Dalam kelompok ini seseorang mencari solusi terhadap masalah dengan menggunakan pendekatan logis dan tradisional.
Ciri-cirinya:
  • Begitu masalah datang Anda cenderung segera mencari cara apapun untuk mengatasinya.
  • Masalah dilihat sebagai faktor penghambat perkembangan diri.
  • Anda akan segera menyusun strategi untuk menghadapi masalah
  • Karena masalah dilihat sebagai ancaman, dia akan mendominasi pikiran dan cenderung menyebabkan kecemasan dan stress.
Apabila Anda bekerja di perusahaan, barangkali Anda pernah diminta untuk memimpin suatu proyek dimana Anda bertanggung jawab untuk mencapai target tertentu. Disini Anda dihadapkan dengan situasi yang membutuhkan analisa, justifikasi, dan pemikiran logis dalan menghadapi tantangan atau masalah yang muncul. Anda akan berada dalam kondisi tertekan untuk memenuhi deadline. Bisa ditebak, Anda akan cenderung menggunakan pendekatan reaktif dalam menyelesaikan persoalan.

Pendekatan Receptive

Pendekatan receptive biasanya dipraktekkan oleh mereka yang sudah menyadari bahwa masalah bukanlah ancaman tetapi justru konsekuensi yang timbul dari suatu kondisi yang kita ciptakan. Oleh karena itu kita mempunyai kekuatan untuk mengubah kondisi tersebut dari dalam diri sendiri. Anda mau menerima permasalahan dan pada saat yang sama membuat solusinya. Ciri-cirinya:

Ketika masalah datang, Anda mengenalinya dan menggunakan pendekatan:
  • Masalah merupakan kebalikan dari solusi. Ketika masalah muncul, Anda percaya saat itu juga bahwa solusinya sudah ada.
  • Anda fokus kepada solusi dari persoalan yang timbul, bukan pada penyebab dari masalah itu. Dengan demikian Anda mengambil alih kontrol dari dalam diri Anda sendiri, bukannya dikendalikan oleh keadaan di luar.
  • Masalah merupakan kesempatan untuk pengembangan diri. Anda melihatnya sebagai peluang untuk meciptakan realitas positif dalam hidup Anda.
Mau menerima masalah bukan berarti berdiam diri. Anda tidak ”kebakaran jenggot” tetapi mengenali masalah itu dengan tenang dan membuat diri Anda responsif terhadap semua yang Anda perlukan untuk mengundang solusi.

Contoh yang paling sederhana adalah ketika pasangan yang Anda cintai (misalnya istri, suami, atau pacar) sedang ngambek karena masalah sepele. Dengan pendekatan reactive, Anda hanya akan memperburuk keadaan dengan bertanya-tanya kenapa dia harus ngambek, menganalisa penyebabnya dan merasa kondisi ini akan mengancam keharmonisan hubungan Anda dengannya. Bukannya solusi yang didapat tetapi justru kecemasan dan kekhawatiran.

Dengan pendekatan receptive, Anda menerima dan menyadari bahwa pasangan Anda sedang marah. Anda fokuskan energi Anda untuk menciptakan kasih sayang yang pada dasarnya merupakan lawan dari kemarahan. Anda tidak larut terbawa suasana – mencoba mencari jawaban dari analisa kenapa dia jadi marah – tetapi mengambil alih kendali dari dalam diri sendiri, tetap berpikir tenang, dan menunjukan sikap positif dalam perilaku Anda. Anda akan rasakan bahwa berada dalam situasi ini justru membuat diri Anda berkembang. Anda membuat kualitas positif dari diri Anda muncul ke permukaan dan sudah menjadi hukum alam dengan bersikap seperti ini pasangan Anda niscaya akan berubah dari marah menjadi cinta.

Dengan pendekatan dalam melihat permasalahan seperti diatas, tentunya membuat kita lebih jelas akan tindakan tindakan diri kita pada saat permasalahan datang menghampiri di kehidupan kita. Manakah pendekatan anda dalam melihat suatu permasalahan?? Hanya anda yang tau jawabannya..


Baca selengkapnya......
Senin, 08 Februari 2010

faktor penyebab perceraian  


Dalam kehidupan rumah tangga tentunya terdapat berbagai roamantika kehidpan yang mewarnai jalannya suatu pernikahan, dari yang menyenangkan atau bahagia hingga hal hal yang buruk hingga perceraian. Salah satu kejadian tragis yang saat ini sering terjadi di banyak pernikahan adalah terjadinya perceraiaan. Ada berbagai faktor penyebab perceraian hingga berbagai alasan yang mendasari terjadinya suatu perceraiaan yang nota bene merupakan suatu yang dibenci oleh tuhan.

faktor penyebab perceraian antara lain adalah sebagai berikut :
  1. Ketidakharmonisan dalam rumah tangga : Alasan tersebut di atas adalah alasan yang paling kerap dikemukakan oleh pasangan suami – istri yang akan bercerai. Ketidakharmonisan bisa disebabkan oleh berbagai hal antara lain, krisis keuangan, krisis akhlak, dan adanya orang ketiga. Dengan kata lain, istilah keharmonisan adalah terlalu umum sehingga memerlukan perincian yang lebih mendetail.
  2. Krisis moral dan akhlak : Selain ketidakharmonisan dalam rumah tangga, perceraian juga sering memperoleh landasan berupa krisis moral dan akhlak, yang dapat dilalaikannya tanggung jawab baik oleh suami ataupun istri, poligami yang tidak sehat, penganiayaan, pelecehan dan keburukan perilaku lainnya yang dilakukan baik oleh suami ataupun istri, misal mabuk, berzinah, terlibat tindak kriminal, bahkan utang piutang.
  3. Perzinahan : Di samping itu, masalah lain yang dapat mengakibatkan terjadinya perceraian adalah perzinahan, yaitu hubungan seksual di luar nikah yang dilakukan baik oleh suami maupun istri.
  4. Pernikahan tanpa cinta: Alasan lainnya yang kerap dikemukakan oleh suami dan istri, untuk mengakhiri sebuah perkawinan adalah bahwa perkawinan mereka telah berlangsung tanpa dilandasi adanya cinta. Untuk mengatasi kesulitan akibat sebuah pernikahan tanpa cinta, pasangan harus merefleksi diri untuk memahami masalah sebenarnya, juga harus berupaya untuk mencoba menciptakan kerjasama dalam menghasilkan keputusan yang terbaik.
  5. Adanya masalah-masalah dalam perkawinan: Dalam sebuah perkawinan pasti tidak akan lepas dari yang namanya masalah. Masalah dalam perkawinan itu merupakan suatu hal yang biasa, tapi percekcokan yang berlarut-larut dan tidak dapat didamaikan lagi secara otomatis akan disusul dengan pisah ranjang. Langkah pertama dalam menanggulangi sebuah masalah perkawinan adalah :
  • Adanya keterbukaan antara suami – istri
  • Berusaha untuk menghargai pasangan
  • Jika dalam keluarga ada masalah, sebaiknya diselesaikan secara baik-baik
  • Saling menyayangi antara pasangan
Semoga dengan tulisan tentang faktor penyebab perceraiaan diatas dapat membuat renungan bagi kita (yang telah menikah )untuk lebih meningkatkan atau menjaga hubungan suami istri agar langgeng dan terhindar dari perceraian.


Baca selengkapnya......
Jumat, 05 Februari 2010

gangguan psikologi anak  

Gangguan psikologi anak tentunya tidaklah diharapkan oleh semua orang tua. Anak sebagai buah hati dalam sebuah keluarga semestinya akan dirawat oleh orangtuanya secara maksimal dan penuh dengan kesabaran agar terhindar dari permasalahan diatas, dalam kehidupan anak banyak gangguan atau hal hal yang negative terjadi yang mampu mempengaruhi sisi psikologis pada anak tersebut, beberapa efek pasikologi yang negatif tersebut dapat membuat permasalahan yang cukup serius bagi perkembangan anak tersebut. Dengan begitu, orang tua haruslah tau langkah maupun cara jika gangguan psikologi anak menyerang anak anak kita agar dapat sembuh dari gangguan psikologi anak yang terlanjur menjangkiti pada anak.

Gangguan psikologi anak dapat di sembuhkan dengan mudah dan singkat yaitu seperti yang digambarkan di bawah ini:

EFT

Emotional Freedom Technique (EFT) adalah sebuah terapi psikologi praktis yang dapat menangani banyak penyakit, baik itu penyakit fisik dan penyakit psikologis (masalah pikiran dan perasaan). Dapat dikatakan EFT adalah versi psikologi dari terapi akupunktur yang menggunakan jarum.

EFT tidak menggunakan jarum, melainkan dengan menyelaraskan sistem energi tubuh pada titik-titik meridian di tubuh Anda, dengan cara mengetuk (tapping) dengan ujung jari. Teknik ini sangat mudah dipelajari dan dapat diterapkan di mana saja, untuk siapa saja.

Menurut teori ilmu EFT, penyebab segala macam emosi negatif adalah terganggunya sistim energi tubuh. Dan emosi-emosi negatif yang tak terselesaikan, menjadi penyebab utama pada hampir semua penyakit fisik kita. Sedangkan praktek-praktek penyembuhan barat sekarang ini masih mengabaikan fakta bahwa emosi negatif adalah penyebab dari 85% penyakit fisik. Dan itulah mengapa EFT sering kali berhasil pada kasus-kasus yang tidak dapat ditangani dengan terapi atau pengobatan konvensional.

Beberapa masalah yang bisa diselesaikan dengan EFT antara lain: Kecemasan, Kemarahan, Compulsive Behavior, Panic disorder, Kecanduan (rokok atau obat-obatan), Stress dan Depresi, Trauma, Ketakutan dan Phobia (ketinggian, binatang, atau benda tertentu), Kecemasan di tempat umum, Ketakutan berbicara di depan umum, Sakit Kepala / Migren, Menghilangkan keyakinan negatif, Perasaan malu / bersalah, Insomnia, Kekecewaan atau sakit hati, Peak Performance, Masalah seksual, Masalah pada anak atau wanita, Kanker, Allergi dan masalah lainnya.

Prinsip Kerja EFT

EFT merupakan teknik akupuntur versi emosional. Berbeda dengan teknik akupuntur pada umumnya yang menggunakan jarum, EFT menggunakan tapping (ketukan ringan) dengan jari di 18 titik meredian tubuh untuk mengatasi hampir semua hambatan emosi dan fisik. Delapan belas saja? Ya, memang hanya ada 18 titik yang perlu pelajari dalam EFT. Anda tidak perlu mempelajari 300 titik akupuntur yang menggunakan jarum.

Ketika seseorang mengalami hambatan emosional seperti marah, kecewa, sedih, cemas, stress, trauma dsb., aliran energi di dalam tubuh yang melalui titik meredian tubuh akan terganggu. Dan untuk menghilangkan hambatan-hambatan emosi di atas, kita perlu memperbaiki gangguan aliran di titik meredian dengan cara mengetukkan jari dengan cara tertentu sesuai teknik EFT.

Kelebihan EFT dibandingkan teknik terapi lainnya adalah :
  • Menyembuhkan dengan sangat cepat. Anda tidak perlu menghabiskan waktu berbulan-bulan atau bertahun-tahun untuk menyembuhkan gangguan emosional yang bisa lenyap dalam hitungan menit atau jam dengan EFT.
  • Sering kali EFT hanya membutuhkan satu atau dua sesi saja untuk mendapatkan kesembuhan, dan kadang-kadang terjadi dengan seketika.
  • Begitu emosi negatif sudah dapat dihilangkan dengan EFT, maka masalah-masalah fisik mulai hilang dengan sendirinya. Menurut pengalaman para pengguna EFT, sakit migraine puluhan tahun, sakit punggung, kanker dan gejala-gejalanya, komplikasi ginjal, lever, dan maag bisa membaik kurang dari dua minggu.
  • Walaupun EFT tidak bekerja 100%. Tetapi biasanya bekerja baik dan hasilnya kadang-kadang spektakuler.
  • EFT sangat lembut dan sering mencapai penyembuhan dengan sedikit atau tidak ada rasa sakit sama sekali.
  • Tidak memerlukan alat bantu peraga, jarum, obat-obatan, herbal.
  • Didukung oleh sejumlah penelitian ilmiah
  • Digunakan oleh lebih dari 100.000 praktisi di seluruh dunia
  • EFT sangat sederhana dan mudah dipelajari, bahkan anak-anak pun bisa melakukan teknik EFT sendiri.
  • Teknik penyembuhan konvensional hanya mengatasi hambatan fisik. Tapi EFT dapat mengatasi baik hambatan-hambatan fisik dan emosional.
  • EFT dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja.
  • EFT bersifat kompatibel dan tidak bertentangan dengan penyembuhan medis. Tetapi EFT dapat membantu percepatan proses penyembuhan medis.
  • Dapat digunakan untuk menterapi diri sendiri dan orang lain
Semoga dengan langkah diatas gangguan psikologi anak dapat minimalisir dan disembuhkan agar anak anak kita kembali sehat tanpat adanya kekurangan seuatu apa.

Baca selengkapnya......
Rabu, 27 Januari 2010

karateristik konselor yang efektif  

Dalam memberikan bimbingan atau arahan pada klien, konselor haruslah mempunyai karateristik. Adapun karateristik konselor yang efektif dalam memberikan arahan amaupun solusi terhadap klien yaitu hal hal yang akan di jelaskan di bawah ini.
Penelitian-penelitaian dari beberapa para ahli yang dikutip oleh Brammer, Abrego & Shostrom (1993) :
  • Sikap hangat
  • Dapat memahami
  • Positiv regard
  • Self-revealing
  • Kondisi fasilitatif sehingga dapat membantu perubahan pada klien
  • Keterbukaan dalam diri konselor
Carl Rogers (1971), menyebutkan tiga karakterisitik konselor yang efektif adalah:

1) Congruence (Genuineness, Authenticity)
Kongruensi itu sangat penting sebagai dasar sikap yang harus dipunyai oleh seorang konselor. Ia harus paham tentang dirinya sendiri, berarti pikiran, perasaan dan pengalamannya haruslah serasi. Kalau seseorang mempunyai pengalaman marah, maka perasaan dan pikirannya harus marah, yang tercermin pula dalam tindakannya. Ia harus memahami bias-bias yang ada dalam dirinya, prasangka-prasangka yang mewarnai pikirannya. Ia harus tau kelemahan dan asset-aset yang dipunyainya. Kalau ia menyadari hal ini, ia dapat membuat pembedaan antara dirinya dan orang lain. Ia tahu bahwa orang lain bukanlah dirinya.

2) Unconditional positive regard (Acceptance)
Penerimaan tanpa syarat atau respek kepada klien harus mampu ditunjukan oleh seorang konselor kepada kliennya.. Ia harus dapat menerima bahwa orang-orang yang dihadapinya mempunyai nilai-nilai sendiri, kebutuhan-kebutuhan sendiri yang lain darpada yang dimiliki olehnya.

Asumsi dasar yang melandasi Acceptande adalah :
  • Individu mempunyai infinite worth and dignity. Individu mempunyai harkat dan martabat yang tak terbatas.
  • Adalah hak manusia untuk membuat keputusannya sendiri dan untuk menjalani hidupnya sendiri.
  • Orang mempunyai kamampuan atau potensi untuk memilih secara bijaksana, dan menjalani hidup yang teraktualisasi dan bermakna secara sosial.
  • Setiap orang bertanggung jawab untuk hidupnya sendiri.
3) Empati
Empati adalah konsep yang sepertinya mudah dipahami sulit untuk dicerna. Empati itu sangat sederhana, yaitu dengan memahami orang lain dari sudut kerangka berpikir orang lain tersebut, empati yang dirasakan harus juga diekspresikan, dan orang yang melakukan empati harus yang “kuat”, ia harus dapat menyingkirkan nilai-nilainya sendiri, tetapi ia tidak pula boleh terlarut di dalam nilai-nilai orang lain.
Review hal 57 - 64

Baruth dan Robinson III (1987), menyebutkan beberapa karakteristik konselor yang efektif sebagai berikut :
  • Terampil “menjangkau” (reaching out) kliennya.
  • Mampu menumbuhkan perasaan percaya, kredibilitas dan yakin dalam diri orang yang akan dibantunya.
  • Mampu “menjangkau” kedalam dan keluar.
  • Berkeinginan mengkomunikasikan caring dan respek untuk orang yang sedang dibantunya.
  • Menghormati diri sendiri dan tidak menggunakan orang yang sedang dibantunnya sebagai sarana untuk memuaskan kebutuhannya sendiri.
  • Mempunyai sesuatu pengetahuan dalam bidang tertentu yang akan mempunyai makna khusus bagi orang yang dibantunya.
  • Mampu memahami tingkah laku orang yang akan dibatunya tanpa menerapkan value judgments.
  • Mampu melakukan penalaran secara sistematis dan berpikir dalam kerangka system.
  • Tidak ketinggalan zaman dan memiliki pandangan luas tentang hal-hal yangterjadi di dunia.
  • Mampu mengidentifikasi pola-pola tingakh laku yang self-defeating, yang merugikan dan membantu orang lain mengubah pola tingkah laku nyang merugikan dan membantu orang lain mengubah pola tingkah laku yang merugikan diri sendiri ini menjadi pola tingkah laku yang lebih memuaskan.
  • Terampil membantu orang lain untuk “melihat” ke dalam dirinya sendiri dan bereaksi secara tidak detensif terhadap pertanyaan “Siapakah saya?”
  • Hackney dan Cormier menyebutkan karakteristik seorang konselor :
  • Kesadaran tentang diri (self-awareness) dan pemahaman diri sendiri.
  • Kesehatan psikologi yang baik.
  • Sensitivitas terhadap dan pemahan tentang faktor-faktor rasial, etnik dan budaya dalam diri sendiri dan orang lain.
  • Keterbukaan (open-mindedness).
  • Objektivitas : Mengacu pada keampuan untuk melibatkan diri dengan klien disatu pihak, tetapi juga pada saat yang bersamaan berdiri di kejauhan dan melihat dengan akurat apa yang terjadi dengan kliennya dan hubungannya.
  • Kompetensi : Tuntuan seorang konselor mempunyai pengetahuan, informasi dan keterampilan untuk membantu.
  • Dapat dipercaya (trustworthiness) : Termasuk didalamnya adalah kualitas-kualitas konselor seperti reliabilitas, tanggung jawab, standar etik, prediktabilitas.
  • Interpersonal attractiveness.
Dengan mempunyai karateristik diatas, niscaya seorang konselor akan dapat menjadi efektif dalam memberikan bimbingan atau solusi pada klien

Baca selengkapnya......
Rabu, 30 Desember 2009

seks pada remaja  

Seks pada remaja dapat di artikan dengan tingkah laku remaja yang didorong oleh hasrat seks kepada lawan jenis ataupun dengan sesama jenis. Contoh dari tingkah laku tersebut adalah seperti perasaan terarik, berkencan, bercumbu, bahkan bersenggama…Sasaran dari perlaku seksualnya dapat berupa khayalan, orang, ataupun menggunakan benda. Dalam hal ini evi tidak membahas tentang perilaku seksnya tetapi lebih condong pada faktor yang menyebabkan perilaku seks yang menyimpang pada kalangan remaja dewasa ini. Melihat perkembangan teknologi jaman sekarang ini, yaitu dengan mudahnya mengakses situs-situs “porno” menjadikan perkembangan seks pada remaja berkembang lebih dini.

Tak dapat di pungkiri bahwa Perkembangan seks remaja yang tidak terkontrol menjadikan seks bebas menjadi semakin meningkat. Maraknya seks bebas dikalangan remaja dapat dikarenakan beberapa faktor yaitu :

  • Media : Seperti yang telah dipaparkan diatas bahwa media sangat berpengaruh terhadap perkembangan seks remaja. Dengan mudahnya para remaja memperoleh hal-hal yang berbau seks dewasa melalui internet, vcd, ataupun majalah. Oleh karena itu, control orang tua sangat diperlukan dalam mendampingi perkembangan remaja.
  • Faktor Lingkungan : Lingkungan mempunyai andil besar terhadap penyimpangan seks di kalangan remaja. Dengan melihat realita zaman sekarang dimana pergaulan yang bebas antara pria dan wanita di kalangan masyarakat, menjadikan hal yang lumrah apabila ada seorang pria dan wanita bergumul tanpa ada suatu ikatan apapun.
  • Kurangnya pendidikan seks dikalangan remaja : Ketika remaja beranjak remaja seharusnya dibekali pendidikan tentang seks secara benar. Namun para orang tua maupun guru sekolah terkadang masih menganggap tabu masalah pendidikan seks, sehingga informasi yang diberikan kurang akurat. Ini menimbulkan rasa ingin tahu pada diri remaja sehingga remaja mencari tahu tentang seks diluar tanpa ada dampingan dari orang tua.
  • Meningkatnya libido seksualitas : Perubahan hormonal yang menjadikan hasrat seksual remaja itu meningkat, ini membutuhkan penyaluran dalam bentuk seksual tertentu. Oleh karena itu, remaja membutuhkan pendampingan maupun pengetahuan tentang seks sedini mungkin agar remaja tidak menyalurkannya pada tempat yang salah.
  • Faktor ekonomi : Kehidupan zaman sekarang ini menjadikan para remaja ingin selalu up to date pada perkembangan fashion, elektronik, maupun hiburan. Sehingga para remaja yang tidak bisa menjangkaunnya dikarenakan dana yang minim kemudian bertindak bodoh dengan menjadikan dirinya sebagai ^…maaf…^ “wanita tuna susila”.
  • Broken Home : Penyebab dari penyimpangan seksual remaja juga dikarenakan oleh keluarga yang broken home. Masa remaja adalah masa dimana terjadinya perubahan baik fisik maupun psikisnya, oleh karena itu peran orang tua sangat penting untuk mendampingi perkembangan remaja tersebut. Jika anak tidak memperoleh perhatian dari orang tuannya maka anak akan mencarinya diluar dan dimungkinkan juga pad tempat yang salah. Sehingga menjadikan anak salah dalam perilaku seksualnya.
  • Kurangnya pendidikan agama : Penanaman nilai-nilai agama pada diri remaja mutlak diperlukan sebagai penyeimbang ilmu-ilmu pengetahuan, selain diajarkan di sekolah-sekolah pendidikan agama juga menjadi tanggung jawab orang tua di rumah. Sebagai pondasi dasar orang tua hendaknya menjadi tauladan dengan melaksanakan ibadah secara tekun serta selalu mengingatkan remaja apabila melakukan kesalahan dengan cara yang halus. Kurangnya pendidikan agama berdampak pada remaja mudah terpengaruholeh lingkungan tempat remaja berada baik sekolah maupun masyrakat. Dengan pendidikan agama yang kuat remaja akan tetap bertahan di tengah-tengah pergaulan sehari-hari juga tetap teguh pendirian menghadapi perkembangan zaman yang semakin mengglobal.

Sebenarnya masih banyak lagi faktor yang menjadikan meningkatnya seks pada remaja, dan factor diatas hanya sebagian kecil saja…Semoga bisa bermanfaat

Baca selengkapnya......
Selasa, 15 Desember 2009

layanan bimbingan konseling  

Kegiatan layanan bimbingan konseling merupakan kegiatan dalam rangka memenuhi fungsi-fungsi bimbingan dan konseling. Sedangkan kegiatan pendukung merupakan kegiatan untuk menopang terhadap keberhasilan layanan yang diberikan. Dalam perspektif kebijakan pendidikan nasional saat ini terdapat tujuh jenis layanan bimbingan konseling dan lima kegiatan pendukung. Namun sangat mungkin ke depannya akan semakin berkembang, baik dalam jenis layanan maupun kegiatan pendukung. Para ahli bimbingan di Indonesia saat ini sudah mulai meluncurkan dua jenis layanan baru yaitu layanan konsultasi dan layanan mediasi. Namun, kedua jenis layanan ini belum dijadikan sebagai kebijakan formal dalam sistem pendidikan.
Untuk lebih jelasnya, di bawah ini akan diuraikan tujuh jenis layanan dan lima kegiatan pendukung bimbingan konseling yang saat ini diterapkan dalam pendidikan nasional.

Kegiatan Layanan Bimbingan dan Konseling
  • Layanan Orientasi: Layanan orientasi merupakan layanan yang memungkinan peserta didik memahami lingkungan baru, terutama lingkungan sekolah dan obyek-obyek yang dipelajari, untuk mempermudah dan memperlancar berperannya peserta didik di lingkungan yang baru itu, sekurang-kurangnya diberikan dua kali dalam satu tahun yaitu pada setiap awal semester. Tujuan layanan orientasi adalah agar peserta didik dapat beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru secara tepat dan memadai, yang berfungsi untuk pencegahan dan pemahaman.
  • Layanan Informasi: merupakan layanan yang memungkinan peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi (seperti : informasi belajar, pergaulan, karier, pendidikan lanjutan). Tujuan layanan informasi adalah membantu peserta didik agar dapat mengambil keputusan secara tepat tentang sesuatu, dalam bidang pribadi, sosial, belajar maupun karier berdasarkan informasi yang diperolehnya yang memadai. Layanan informasi pun berfungsi untuk pencegahan dan pemahaman.
  • Layanan Pembelajaran: merupakan layanan yang memungkinan peserta didik mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik dalam menguasai materi belajar atau penguasaan kompetensi yang cocok dengan kecepatan dan kemampuan dirinya serta berbagai aspek tujuan dan kegiatan belajar lainnya, dengan tujuan agar peserta didik dapat mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik. Layanan pembelajaran berfungsi untuk pengembangan.
  • Layanan Penempatan dan Penyaluran: merupakan layanan yang memungkinan peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran di dalam kelas, kelompok belajar, jurusan/program studi, program latihan, magang, kegiatan ko/ekstra kurikuler, dengan tujuan agar peserta didik dapat mengembangkan segenap bakat, minat dan segenap potensi lainnya. Layanan Penempatan dan Penyaluran berfungsi untuk pengembangan.
  • Layanan Konseling Perorangan: merupakan layanan yang memungkinan peserta didik mendapatkan layanan langsung tatap muka (secara perorangan) untuk mengentaskan permasalahan yang dihadapinya dan perkembangan dirinya. Tujuan layanan konseling perorangan adalah agar peserta didik dapat mengentaskan masalah yang dihadapinya. Layanan Konseling Perorangan berfungsi untuk pengentasan dan advokasi.
  • Layanan Bimbingan Kelompok: merupakan layanan yang memungkinan sejumlah peserta didik secara bersama-sama melalui dinamika kelompok memperoleh bahan dan membahas pokok bahasan (topik) tertentu untuk menunjang pemahaman dan pengembangan kemampuan sosial, serta untuk pengambilan keputusan atau tindakan tertentu melalui dinamika kelompok, dengan tujuan agar peserta didik dapat memperoleh bahan dan membahas pokok bahasan (topik) tertentu untuk menunjang pemahaman dan pengembangan kemampuan sosial, serta untuk pengambilan keputusan atau tindakan tertentu melalui dinamika kelompok. Layanan Bimbingan Kelompok berfungsi untuk pemahaman dan pengembangan.
  • Layanan Konseling Kelompok: merupakan layanan yang memungkinan peserta didik (masing-masing anggota kelompok) memperoleh kesempatan untuk pembahasan dan pengentasan permasalahan pribadi melalui dinamika kelompok, dengan tujuan agar peserta didik dapat memperoleh kesempatan untuk pembahasan dan pengentasan permasalahan pribadi melalui dinamika kelompok. Layanan Konseling Kelompok berfungsi untuk pengentasan dan advokasi.
Semoga sedikit informasi tentang layanan bimbingan konseling diatas bermanfaat bagi anda yang ingin mengetahuinya.

Baca selengkapnya......
Selasa, 08 Desember 2009

artikel remaja  

Remaja menurut banyak orang merupakan masa yang paling indah. Namun dibalik keindahan masa remaja terdapat suatu kekhawatiran yang luar biasa. Karena masa remaja merupakan masa peralihan menuju masa kematangan, dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Banyak artikel remaja yang menggambarkan Secara psikologis masa remaja yang notabene adalah masa dimana mereka mulai berhubungan dengan masyarakat dewasa, masa dimana anak mulai merasa setingkat dengan orang dewasa, terutama masalah hak. Sedikit artikel remaja yang di jabarkan seperti yang di bawah ini.
  1. Masa remaja adalah masa yang sangat penting karena masa remaja merupakan masa yang paling rawan. Karena apabila remaja salah dalam mengambil langkah maka akibatnya akan terasa seketika itu juga bahkan jangka panjang baik fisik maupun psikologisnya. Ini dikarenakan selain perkembangan fisik yang sangat pesat remaja juga harus mengimbanginya dengan perkembangan mentalnya.
  2. Masa remaja adalah masa perubahan. Ada lima perubahan yang universal dalam remaja, (1) Perubahan tingkatan emosi, biasanya emosinya lebih tinggi, (2) Perubahan pada tubuh yang sangat pesat, (3) Minat dan peran yang diharapkan dalam kelompok sosial, (4) Minat dan pola perilaku berubah maka nilai-nilai juga berubah dan pa yang dianggap penting pada masa anak-anak sekarang tidak penting lagi, (5) Sebagian besar remaja bersikap ambivalen terhadap suatu perubahan. Mereka menuntut adanya kebebasan tetapi mereka masih takut untuk bertanggung jawab.
  3. Masa remaja merupakan masa pencarian identitas. Ericson menyatakan bahwa identitas diri yang dicari remaja berupa usaha untuk menjelaskan siapa dirinya, apa perannya dalam masyarakat, apakah ia seorang anak ataukah seorang dewasa, apakah ia mampu, percaya diri, sekalipan latar belakang ras, agama maupun nasionalnya. Pencarian identitas ini menurut ericson mempengaruhi perilaku remaja,dan salah satu cara untuk menguatkan identitasnya ini, biasanya menggunakan symbol status dalam bentuk motor, mobil, pakaian, dan pemilihan barang–barang lain yang mudah terlihat, ini semua demi menarik perhatian.
  4. Masa remaja merupakan masa yang tidak realistis. Didalam memandang diri sendiri dan orang lain, remaja cenderung melihatnya dari sisi yang dia inginkan bukan sebagaimana adanya. Tidak hanya bagi dirinya sendiri tetapi juga keluarga dan teman-temannya. Ini semua mengakibatkan tingginya emosi dan kecewa jika orang lain membuat kecewa remaja ataupun tidak tercapainya pa yang di inginkan.
Artikel remaja diatas hanyalah sekelumit tentang kehidupan remaja, masih banyak lagi hal-hal mengenai masa remaja. Semoga artikel remaja diatas dapat menambah pengetahuan kita.

Baca selengkapnya......
Minggu, 29 November 2009

mengenali diri sendiri  

Dizaman sekarang ini…banyak orang hidup bukan menjadi dirinya sendiri melainkan orang lain, bahkan tiap orang mempunyai topeng masing-maising hingga tidak mengenali diri sendiri. Ini semua dikarenakan pengaruh dunia luar dan lingkungan dimana kita bergaul. Setiap orang hidup itu pasti menggunakan topeng. disaat seseorang orang menghadapi orang tua mereka pasti perlakuannya seperti ini, disaat seseorang menghadapi orang lain itu akan seperti itu, kemudian disaat mereka menghadapai orang yang mereka cintai maka akan berbeda lagi. Topeng disini dapat diartikan penyesuaian. Keadaan tersebut menjadikan banyak orang maupun kita tidak mengenali diri sendiri.
Ketika kita bergaul terkadang tidak menjadi diri kita sendiri, Bahkan kita tidak tau kemana arah diri kita...siapa kita? mau apa kita?
Pengenalan terhadap diri kita sendiri akan membuat kita lebih mengenali diri sendiri dan mengerti apa yang sebenarnya ada pada dalam diri kita.

Berikut ini ada sedikit cara untuk bisa mengenali diri kita sendiri :
Didalam mengenali diri sendiri kita harus tau bagaimana diri kita sebenarnya, fakta seperti apa yang ada dalam diri kita. Fakta disini mengacu pada realita hidup kita selama ini…kenyataan yang kita hadapi selama ini…
Tentang siapa saya?
Seperti apa saya ini?
Kehidupan saya itu seperti apa?
Apa sih kelebihan saya?
Apa sih kekurangan saya?
Setelah kita dapat mengetahui tentang diri kita, maka kita dapat memberikan komentar untuk diri kita sendiri. Menyimpulkan tentang,,”ini lho saya…saya ini orangnya seperti ini…
Jika kita sudah memahami diri sendiri, maka secara otomatis kita akan menyadari tentang kemampuan kita sendiri…sehingga kita akan memberikan batasan antara “saya mampu…”saya tidak mampu.

Dalam hal ini kita tidak boleh menilai diri kita itu terlalu tinggi ataupun terlalu rendah, karena dalam kurva konsep normal dan abnormal digambarkan seperti gambar diatas tersebut :
Keterangan dari kurva diatas : Orang yang berada pada posisi garis tengah, maka dikatakan normal. Tetapi jika seseorang bergeser melebihi ataupun kurang, maka orang itu sudah termasuk abnormal.

Disini ada konsep Johari Window atau jendela Johari yang menggambarkan pengenalan diri kita, ada empat Jendela Johari :
  • Jendela terbuka. Hal-hal yang kita tahu tentang diri sendiri, tapi orang lain pun tahu. Misalnya keadaan fisik, profesi, asal daerah, dan lain-lain.
  • Jendela tertutup. Hal-hal mengenai diri kita yang kita tahu tapi orang lain tidak tahu. Misalnya isi perasaan, pendapat, kebiasaan tidur, dan sebagainya.
  • Jendela buta. Hal-hal yang kita tidak tahu tentang diri sendiri, tapi orang lain tahu. Misalnya hal-hal yang bernilai positif dan negatif pada kepribadian kita.
  • Jendela gelap. Hal-hal mengenai diri kita, tapi kita sendiri maupun orang lain tidak tahu. Ini adalah wilayah misteri dalam kehidupan.
Jika kita ingin benar-benar mengetahui siapa diri kita, maka kita harus bisa membuka jendela tersebut selebar mungkin, karena semakin kita memuka lebar jendela itu, maka kita akan semakin mengerti siapa diri kita. Jika kita menutup jendela tersebut, maka kita akan semakin jauh dengan diri kita.

Ada beberapa cara untuk kita agar bisa membuka jendela itu selebar mungkin :
  • Cobalah untuk selalu terbuka kepada orang lain, jangan menjadi orang yang munafik..dengan berlagak diri kita itu perfect. Dengan adanya keterbukaan, maka teman-teman kita pun akan bisa terbuka kepada kita.
  • Bersikaplah apa adanya, karena dengan sikap kita yang natural tanpa dibuat-buat, maka kita akan mulai bisa menjadi diri kita sendiri.
  • Mau menerima saran maupun kriktik dari orang lain. Kritikan negative akan membuat kita semakin baik.
  • Cobalah untuk berteman dengan siapa saja, jangan hanya pada satu komunitas saja…selama itu mebawa dampak yang positif, it’s okay.
Semoga kajian ini dapat bermanfaat bagi kita semua dan mampu membuat kita mengenali diri sendiri seutuhnya.

Baca selengkapnya......
Kamis, 22 Oktober 2009

qana'ah dalam hidup  

Qana’ah mempunyai arti rela menerima dan merasa cukup dengan apa yang dimiliki serta menjauhkan diri dari sifat tidak puas dan merasa kurang yang berlebihan. Qana’ah dalam perspektif islam itu bukan berarti pasrah tanpa ada usaha melainkan bekerja keras penuh dengan semangat dan hasil akhirnya diserahkan pada Allah SWT penuh dengan rasa syukur.dengan demikian jelaslah bahwa qana’ah dalam hidup sangatlah penting untuk kita.
Nabi Muhammad SAW bersabda :
"Abdullah bin Amru r.a. berkata : Bersabda Rasulullah SAW, sesungguhnya beruntung orang yang masuk Islam dan rizqinya cukup dan merasa cukup dengan apa-apa yang telah Allah berikan kepadanya. (H.R. Muslim)

Pentingnya qana’ah dalam hidup adalah menjadikan kita manusia yang tidak mudah berputus asa, selalu maju, dan tidak tamak. Dengan qana’ah kita seakan-akan mempunyai filter dalam hidup kita yang bisa menjadikan manusia yang senantiasa. Qana’ah juga berfungsi sebagai stabilisator dan dinamisator hidup seorang muslim. Dikatakan stabilisator, karena seorang muslim yang mempunyai sifat Qana’ah akan selalu berlapang dada, berhati tentram, merasa kaya dan berkecukupan, bebas dari keserakahan, karena pada hakekatnya kekayaan dan kemiskinan terletak pada hati bukan pada harta yang dimilikinya. Bila kita perhatikan banyak orang yang lahirnya nampak berkecukupan bahkan mewah, namun hatinya penuh diliputi keserakahan dan kesengsaraan, sebaliknya banyak orang yang sepintas lalu seperti kekurangan namun hidupnya tenang, penuh kegembiraan, bahkan masih sanggup mengeluarkan sebagian hartanya untuk kepentingan sosial.


Nabi SAW bersabda dalam salah satu hadisnya :
„ Dari Abu Hurairah r.a. bersabda Nabi SAW : „ Bukanlah kekayaan itu banyak harta benda, tetapi kekayaan yang sebenarnya adalah kekayaan hati".
( H.R.Bukhari dan Muslim)
Karena hatinya senantiasa merasa berkecukupan, maka orang yang mempunyai sifat Qana’ah, terhindar dari sifat loba dan tamak, yang cirinya antara lain suka meminta-minta kepada sesama manusia karena merasa masih kurang puas dengan apa yang diberikan Allah kepadanya.
Disamping itu Qana’ah juga berfungsi sebagai dinamisator, yaitu kekuatan batin yang selalu mendorong seseorang untuk meraih kemajuan hidup berdasarkan kemandirian dengan tetap bergantung kepada karunia Allah.
Qana’ah itu bersangkut paut dengan sikap hati atau sikap mental. Oleh karena itu untuk menumbuhkan sifat Qana’ah diperlukan latihan dan kesabaran. Pada tingkat pemulaan mungkin merupakan sesuatu yang memberatkan hati, namun jika sifat Qana’ah sudah membudaya dalam diri dan telah menjadi bagian dalam hidupnya maka kebahagiaan didunia akan dapat dinikmatinya, dan kebahagiaan di akhirat kelak akan dicapainya.

Demikianlah pentingnya penerapan qana’ah dalam hidup, yang apabila dimiliki oleh setiap orang dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari akan mendorong terwujudnya masyarakat yang penuh dengan ketentraman, tidak cepat putus asa, dan terhindar dari sifat tamak.

Baca selengkapnya......
Selasa, 08 September 2009

tafakur dalam perspektif psikologi islam  

Setiap kali manusia tafakur merenungkan dirinya, ia akan mendapatkan rahasia-rahasia yang sangat mengejutkan dan menakjubkan menganai bentuk tubuh dan rahasia-rahasia roh serta alam semesta berikut kekuatan yang nampak dan tidak nampak, serta pemahaman tentang benda-benda empiris dan cara menyimpan dan mengingatkannya kembali. Ia akan tahu tempat penyimpanan berbagai persepsi dan pengetahuannya, bagaimana semua gambaran dan pandangan serta hasil penglihatannya dapat terukir dengan jelas.

Hati yang selalu bertautan dan berhubungan dengan Allah serta pandangan yang benar terhadap alan dan manusia, akan melahirkan kesadaran bahwa bulatan bumi dan isinya tidak lain hanya atom kecil yang tidak bernilai dalam kerajaan Allah yang luas. Bertafakur mengenai segaala ciptaan Allah dan isinya tanpa mengenal batas waktu dan tempat, karena dari alam wujud itulah kita dapat merasakan dan mencintai Allah. Karena seorang mukmin tidak boleh memikirkan Zat Allah, manusia hanya boleh memikirkan Allah dari apa yang diciptakannya. Perbedaan individu dalam bertafakur diantaranya :

1. Kedalaman iman
Kedalaman berfikir dan renungan pertama kali tergantung kepada derajat iman seseorang dan hubungannya dengan Allah. Karena hanya Allah dan diri pribadi yang dapat mengetahuinya. Di dapti hal-hal yang menakjubkan jika seseorang sudah menjalani tafakur yang mendalam, ia betul-betul tenggelam dalam tafakurnya sehingga tidak menyadari lagi apa yang ada disekelilingnya.

2. Kemampuan memusatkan pikiran
Kemampuan individu dalam memusatkan pikiran dengan cepat agar tidak mudah capek dan bosan cirri semacam ini banyak ditentukan oleh system saraf yang diberikan Allah swt kepada seseorang. Seseorang yang memiliki daya tangkap sebagai penjaga pintu yang mengatur saref dan urat nadi yang menghubungkannya ke otak.

3. Kondisi emosional dan rasional
Tafakur membutuhkan ketenangan, ketentraman jiwa, serta kesehatan fisik dan psikologis. Seseorang yang sedang mengalami kegelisahan, cemas dan ketakutan tidak dapat memikirkan tentang ciptaan Allah . oleh sebab itu kesehatan fisik dan sikis sangat di butuhkan pada saat bertafakur . karena pada saat bertafakur atau mmecahkan masalah menjadi lemah bersama dengan tambahnya kegelisahan dan depresi. Walaupun hasil yang di dapatkannya hanya rendah.

4. Faktor lingkungan
Pengaruh lingkungan seseorang tinggal, kadars sibuk tidaknya pikiran dengan problem sehari-hari yang dapat menpengaruhi seseorang untuk melakukan tafkur.

5. Tingkatan pengetahuan tentang objek tafakur
Sejauh mana pengetahuan seseorang tentang objek tafakur. Karena seseorang yang memiliki pengetahuan atau ahli mengenai sesuatu akan mempermudahkan ia pada saat bertafakur.

6. Contoh baik dan pengaruh pergaulan
Pengalaman dan contoh yang diperoleh seseorang pad saat bertafakur apakah sudah sesuai dengan kadar dan ukuran pencapaiannya. Karena dikatakan bahwa oaring yang selalu bertafakur dan berzikir akan dibukakan pintu yang luas untuk mendekat, sehingga seolah-olah ia melihat dan menyaksikan apa yang ada di langit dan di bumi.

7. Esensi sesuatu
Esensi dan cirri sesuatu yang menjadi objek renungan dan proses berpikir dalam mentafakuri ciptaan Allah swt.

8. Kadar kebiasaan terhadap objek
Kebiasaan yang dilakukan seseorang untuk melakukan tafakur dapt menjadikan dirinya tertutup matanya, karena dirinya merasa terbiasa dengan apa yang di lakukannya. Seharusny adengan kebiasaanny aitu manusia harus dapat mengembangkan lebih maju.

Alangkah bahagianya jika kita dengan bertafakur dapat lebih mendekatkan diri dengan Allah dan alam ciptaannya, sehingga kita dapat merasakan kenyamanan dan keakraban dengan alam sekitar tidak hanya dengan manusia saja, tetapi ke semua makhluk ciptaan Allah.


Baca selengkapnya......
Selasa, 05 Mei 2009

manfaat olahraga untuk otak  


Semua orang tahu bahwa olahraga merupakan hal yang sangat penting untuk menyehatkan tubuh kita. Tapi apakah anda tahu bahwa apa manfaat olahraga untuk otak kita..? dengan berolahraga sedikitnya 10 menit setiap hari, akan membuat mental kita lebih sehat, pikiran jernih, berkurangnya stress dan akhirnya memicu timbulnya perasaan yang bahagia. Berikut ini beberapa manfaat olahraga untuk otak kita.

1. Dapat meningkatkan kemampuan otak

Latihan fisik atau oralhraga secara rutin, dapat meningkatkan konsentrasi, kreativitas, dan kesehatan mental. Karena olahraga bisa meningkatkan jumlah oksigen dalam darah dan mempercepat aliran darah menuju otak. Para ahli percaya bahwa hal-hal ini dapat mendorong reaksi fisik dan mental yang lebih baik.

2. Dapat membantu menunda proses penuaan
Riset membuktikan bahwa latihan sederhana seperti jalan kaki secara teratur dapat membantu mengurangi penurunan mental pada wanita di atas 65 tahun. Semakin sering dan lama mereka melakukannya maka penurunan mental kian lambat. manfaat aktivitas tersebut setelah sembilan minggu melakukannya secara teratur tiga kali seminggu. Latihan ini tidak harus dilakukan dalam intensitas tinggi. Cukup berupa jalan kaki di sekitar rumah.

3. Dapat mengurangi stress
Olahraga dapat mengurangi kegelisahan. Bahkan lebih jauh lagi, bisa membantu Anda mengendalikan amarah. Latihan aerobik dapat meningkatkan kemampuan jantung dan membuat Anda lebih cepat mengatasi stres. cara terbaik mengurangi stres yaitu melakukan aktivitas seperti jalan kaki, berenang, bersepeda, dan lari.

4. Dapat menaikkan daya tahan tubuh
Jika Anda senang melakukan olahraga dengan santai pada saat melakukannya, maka aktivitas itu bisa meningkatkan hormon-hormon baik dalam otak seperti adrenalin, serotonin, dopamin, dan endorfin. Hormon ini berperan dalam meningkatkan daya tahan tubuh. Studi yang dilakukan di Inggris memperlihatkan bahwa 83 persen orang yang memiliki ganguan mental mengandalkan olahraga untuk meningkatkan mood dan mengurangi kegelisahan.

5. Dapat memperbaiki kepercayaan diri
Semakin mahir seseorang dalam suatu jenis aktivitas, maka secara otomatis kepercayaan diri pun akan meningkat. Bahkan suatu riset membuktikan bahwa remaja yang aktif berolahraga merasa lebih percaya diri dibandingkan dengan teman-temannya yang tidak melakukan aktifitas olahraga.

Dengan keadaan tersebut maka, hiasilah hidup kita dengan aktifitas olahraga, dengan olahraga kita akan mendapatkan kesehatan dan kebugaran tubuh serta olahraga bermanfaat untuk otak kita yang menghasilkan penurunan tingkat stress dan peningkatan rasa percaya diri. Semoga bermanfaat.

Baca selengkapnya......
Minggu, 12 April 2009

manfaat shalat untuk otak dan jiwa  


Setelah dipusingkan oleh hiruk pikuk ramainya kampanye pemilu dan pelaksanaan pemilu kemarin, evi yulianti mencoba menulis tentang manfaat shalat untuk otak dan jiwa. Kita semua tau bahwa, Suasana penuh tekanan memang tak mungkin dielakan setiap orang yang terlibat rutinitas. Tak jarang banyak diantara mereka yang kalang kabut dalam tekanan. Pikiran dan tindakan mereka dikuasai oleh sikap emosional hingga hasil yang dituai pun menjadi tidak proporsional.untuk itu, oleh karena itu, lakukan shalat dan dapatkan manfaat shalat untuk otak dan jiwa anda
Demi mencegah kondisi tersebut, sejatinya tidak ada metode khusus selain merelaksasi tubuh dan jiwa yang penat. Dalam Islam relaksasi itu dapat ditemukan dengan melakukan shalat karena denga shalat suara-suara dalam hati kita akan mulai bermunculan dan timbulah bisikan-bisikan ilahiah, dan itu semua akan menjernihkan dan mengingatkan kembali apa yang sudah terlupakan sehingga kita freesh dalam melanjutkan pekerjaan kita lagi.

Kalau anda ingin menjernihkan fikiran anda, cobalah untuk selalu mengamalkan 99 asmaul husna karena dengan asmaul husna fikiran, hati, dan jiwa yang negative akan berubah menjadi positif, sebut saja : Al-Malik (bahwa saya mampu diri untuk tidak larut dalam tekanan yang ada), Al-Mukmin (bahwa saya dapat dipercaya menyelesaikan tugas yang diberikan), Al-Waasi’ (bahwa saya memiliki wawasan luas), dan Al-Khalik (bahwa saya akan selalu kreatif).
Suara hati dapat menjadi senjata ampuh bagi kerja otak dan jiwa yang sedang menurun. Shalat bukan hanya menjaga keutuhan fitrah suara hati tetapi juga menstabilkan kecerdasan emosi serta spiritual seseorang.
Sayangnya, tidak semua orang tahu akan manfaat shalat untuk otak dan jiwa. Terkadang mereka justru menganggapnya sebagai sebuah beban yang justru mengganggu rutinitas. Padahal kalau mereka mau membuka tabir shalat , mereka akan takjub dengan fungsinya yang mahadahsyat. Subhanallah


Baca selengkapnya......